Skip to content

2011, Era Dinamika Produk Teknologi

December 27, 2011

Kilas Balik Teknologi 2011

Dari Google+ vs Facebook, hingga Samsung vs Apple, menjadi warna menarik pada 2011.

ilustrasi internet

 

VIVAnews – Tahun 2011 merupakan tahun yang penuh dinamika bagi industri teknologi. Sejumlah produk baru bermunculan, persaingan pun makin ketat, yang juga membuat karam produk lain. Selain persaingan produk, aktivitas teknologi pun meningkat dengan munculnya sejumlah gerakan hacktivism.

Seperti apa dinamika 2011? Berikut merupakan kilas baliknya, seperti dikutip dari laman The Telegraph.

Google+ vs Facebook

Pada Juni, Google memperkenalkan, Google+,  sebuah jaringan sosial baru yang bertujuan untuk menarik pengguna Facebook dan Mindshare. Meskipun diklaim memiliki lebih dari 40 juta anggota terdaftar, Google tidak mengungkapkan berapa banyak dari mereka yang aktif. Kejutan terjadi saat Nikesh Arora, pejabat kepala bisnis Google, mengungkapkan bahwa Google+ bukan jaringan sosial yang bersaing dengan Facebook. Tahun depan menjadi pembuktian bagi platform sosial Google ini.

Berkembangnya Android

Sistem operasi Google Android telah mengambil alih perhatian di pasar smartphone pada 2011. Sistem operasi ini semakin diperhatikan saat lebih dari separuh dari semua penjualan smartphone merupakan Android. Dengan 10 miliar aplikasi download dan berbagai ponsel serta tablet di pasar, Android kian tumbuh. Peluncuran sistem operasi baru Ice Cream Sandwich juga didesain untuk peningkatan perangkat lunak yang membuat dampak Android akan semakin besar.

BlackBerry Karam

Produsen BlackBerry, Research in Motion, mengalami masa surutnya saat tablet besutannya, PlayBook, gagal memenuhi target penjualan. RIM semakin karam akibat gangguan jaringan yang dialami penggunanya di seluruh Eropa, Timur Tengah, dan Afrika selama lebih dari tiga hari pada Oktober lalu. Akibatnya, pengguna BlackBerry pun mulai beralih ke iPhone dan smartphone berbasis Android.

Era iPad

Apple berhasil menjadikan 2011 sebagai tahun bagi iPad di pasar tablet. Walaupun tablet pesaing yang berbasis Android, seperti Asus Transformer dan Sony S serta P juga memiliki penggemar tetap, tapi masih kalah dengan iPad. Tak hanya itu, mantan Chief Executive Officer (CEO) HP, Leo Apotheker, pun sempat menyebut kemunculan iPad sebagai pembuktian ucapan pendiri Apple Steve Jobs, akan berakhirnya era PC dan mulainya era post-PC.

Perang Paten

Pada 2011, bisnis smartphone yang kompetitif berdampak buruk. Kompetisi berujung pada perang paten, akibat klaim pelanggaran paten yang semakin memanas dalam serangkaian pertempuran di pengadilan yang berlangsung hampir di seluruh dunia. Pertempuran yang paling keras adalah antara Apple dan Samsung. Apple menyatakan saingan Koreanya itu “jelas-jelas menjiplak iPhone dan iPad”, serta berhasil melarang perangkat Samsung di Jerman. Apple vs Samsung kini terkunci dalam sengketa hukum di 10 negara.

Pada Agustus, Google mengatakan akan membeli Motorola seharga US$12,5 miliar. Harga itu dianggap tinggi, tetapi dianggap strategis karena Motorola merupakan perusahaan yang memiliki banyak paten di bidang teknologi. Dengan Motorola, Google dianggap membeli baju besi dan persenjataan menghadapi perang paten.

Awal Era Ultrabook

Ketika Apple meluncurkan Macbook Air, beberapa kritikus pada awalnya menilai konsep komputer super tipis dan ringan itu hanya sebagai mainan orang kaya. Tapi, entah kenapa kemudian Dell, Sony, dan Panasonic juga ikut memproduksi model-model yang sama. Selama bertahun-tahun, saat mencari laptop yang bagus, orang cenderung melihat MacBook. Namun kini, kemunculan sejumlah ultrabook menjadikan persaingan mendatang akan semakin menarik.

Go Public


Tahun ini merupakan era lepas landas bagi sejumlah perusahaan teknologi, dengan melepas sahamnya ke publik. Serangkaian penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) bernilai tinggi sudah terjadi tahun ini. Sebut saja layanan musik digital Pandora yang nilainya pada Juni mencapai US$2,6 miliar, atau Linked In yang akan segera go public dengan valuasi pasar mencapai US$9 miliar. Selain itu, tercatat sejumlah perusahaan potensial seperti Groupon dan Zynga. Namun, kejutan terbesar yang dinantikan adalah go public-nya Facebook, yang nilainya diperkirakan mencapai US$100 miliar.

Tahun eBook

Pada awal 2011, Amazon mengumumkan bahwa ebooks berhasil mengalahkan novel cetak di toko-toko di AS. Pada Mei, perusahaan menegaskan telah menjual ebook Kindle lebih dari versi cetaknya di Inggris. Amazon pun memperluas jangkauan Kindle di musim gugur dengan dua e-reader baru, dan tentu saja dengan komputer tablet andalannya, Kindle Fire.

Munculnya Hacktivism

Pada 2011, hacktivism mulai masuk ke ranah mainstream, yang kemudian dianggap sebagai tindak kejahatan yang berusaha mengacaukan dunia. Tercatat sejumlah kelompok hacktivist, seperti LulzSec dan Anonymous. Selama 50 hari di periode Mei dan Juni misalnya, LulzSec melanggar sistem keamanan dan melumpuhkan sejumlah situs perusahaan utama yakni News International dan Nintendo, instansi pemerintah, seperti SOCA dan CIA. (art)

• VIVAnews

Sumber: Vivanews

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: